Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

Menjadi Guru adalah harapan bukan pilihan, secara psikologis anak yang masih dalam masa pertumbuhan jarang sekali timbul rasa dalam cita-citanya menjadi seorang guru, umunya mereka lebih ingin menjadi dokter, pilot, polisi dan lain-lain.

Menjadi Guru bukanlah tugas yang mudah dan dapat dilakukan sesuka hati, seperti usaha lainnya. jika memang ada keinginan kuat untuk menumpuk harta atau ingin mewujudkan kekayaan materi dengan menjadi guru itu merupakan jalan yang salah dan sangat salah, karena sampai kapanpun ini akan sulit terwujud.

Berapa gaji atau honor beserta tunjangan guru di indonesia? Mungkin ada sebagian mereka yang meraup gaji yang banyak namun itu bagi mereka yang sudah menginjak usia senja dan tanggungannya pun sudah meluas. di negara kita ini pendapatan guru PNS sudah masuk dalam kategori cukup untuk menyanggupi kebutuhan hidup bahkan. namun tahukan kita ada jutaan guru yang bukan PNS (NON PNS). bekerja di sekolah-sekolah swasta. ini merupakan tantangan berat, jangankan untuk lebih atau bisa menabung untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit.

Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup

Apa dampaknya jika gaji guru tidak sesuai atau tidak cukup?

Jika kita menelusuri ini banyak sekali dampak atau efek buruknya, dengan kemajuan zaman kebutuhan akan semakin meningkat, apakah guru yang gajinya pas-pasan akan bertahan.? jawabanya sangat rumit. dari sini para guru akan melakukan berbagai upaya dan hampir meninggalkan tugas utamanya yaitu mengajar dan mendidik.

Disini ada beberapak dampak negatif yang kami simpulkan dari guru yang mengalamai devisit pemasukannya.

Bekerja Setengah Hati

Bagaimana guru bisa tenang mengajar jika hutangnya banyak, atau tagihan listrik sudah menunggak, sewa rumah belum terbayar, anak sakit biaya rumah sakit belum terbayar,  sampai kapanpun guru ini akan dihantui rasa cemas.

Mencemoohkan Atasan

Cari tempat kerja lain belum ada yang cocok atau belum diterima, Jika pekerjaan yang dilakukanmenemukan tantangan, cercaan pada atasan akan tak terbendung lagi. bagaimana tidak, merasa gajinya sangat sedikit dan diberikan beban kerja yang dianggapnya berat dan terkadang ditegur oleh atasananya baik kepala sekolah atau ketua yayasan tempat ia bekerja.

Hal ini bukan hanya terjadi pada guru saja, ini sudah lumrah terjadi di perusahaan atau ruang lingkup kerja yang pegawainya berpendapatan minus. namun semua itu kembali lagi kepada diri masing-masing, bekerja untuk gaji atau bekerja untuk amal, apapun itu ada jawabannya pada hati manusia masing-masing.

Jualan di sekolah

Ini sangat banyak kita temukan, awalnya jualan pulsa, lama-lama jualan baju, jilbab, tupperware, peralatan rumah tangga dan lain-lain, terkadang tidak sungkan-sungkan lagi membawa barang-barang tersebut ke sekolah dan yang lebih parah lagi menjual dan bertransaksi dengan siswa, kalau sudah begini kapan mengajarnya.?
Ada juga guru yang berbisnis bersama guru lainnya dan bahkan muridnya, waktu di sekolah terkuras hampir seluruhnya di bisnis.

Cenderung Marah dan Emosional

Ya wajar saja, guru yang tidak punya pegangan uang, hutang banyak saat mengajar tiba-tiba siswanya mebandel dan membuat kesalahan, disini amarah akan cepat membuldak.

Selain hal-hal diatas banyak lagi efek buruk yang terjadi pagi para pendidik atau guru kita. dari semua itu kembali lagi pada keimanan guru, sekuat apa bisa mengajar dan mendidik siswa-siswanya dengan segala keterbatasan ekonomi yang dihadapinya.

Inti dari guru adalah keimanan dan keikhlasan, jika seorang guru sudah memiliki prinsip kedua ini secara kokoh, insya Allah akan mengalami kemudahan dan fokus dalam bekerja selain itu haruslah yakin bahwa mengajar dan mendidik itu adalah ibadah, karena rezeki manusia Allah yang menentukan, tidak mungkin Tuhan membiarkan guru yang berjuang dan konsisten dalam mendidik hidup dalam keadaan melarat.

Ada fakta lain yang unik patut kita ketahui, besar gaji atau pendapatan guru tidaklah menjamin kinerja guru itu akan maksimal dan konsiten karena jati diri guru itu adalah harapan bukan pilihan. bekerja dalam dunia pendidikan itu adalah amalan bukanlah jalan mengejar materi. jika salah menanggapinya maka pilihan menjadi guru merupakan pilihan pada tempat yang salah.

Demikian sedikit penjelasan tentang  Dampak Buruk Guru Gaji Tidak Cukup semoga bermanfaat.